“Aqualy”

oret-oretanku

EQUALITY(persamaan) Agustus 27, 2008

Filed under: CERITAKU — aqualy @ 4:00 am
Tags:

“Siapapun yg mau main game , harus menulis namanya dulu..” kata bosku suatu hari, sambil menunjuk papan tulis mainnan anaknya.

Ide itu untuk melatih anaknya menulis. Dan pada suatu hari, saat beliau main Xbox game ini, tiba-tiba anak lelakinya berkata..

“ papa, kenapa papa nggak nulis nama dulu sebelum main? Itu kan aturannya..” katanya setengah protes.

“ Apa aku juga harus nulis namaku?” Tanya bosku

“ Ya iya, itu kan peraturannya, biarpun papa yang bikin peraturan, tetap harus mematuhinya “ kata anaknya diplomatis

“ Ok, sorry ya” kata bosku sambil nyengir, dan akhirnya nulis namanya di papan itu.

Dari kejadian kecil diatas kita dapat ambil kesimpulan bahwa, peraturan dibuat untuk mencipta keseimbangan didalam sebuah lingkup masyarakat, dan untuk mendapat sebuah keseimbangan, sebuah peraturan harus dipatuhi. Dan itu mutlak walau dalam sebuah masyarakat yang paling kecil sekalipun. Setiap individu punya kesamaan hak dan juga kewajiban. Tak peduli, siapapun kita..

Namun, pada prakteknya sebuah keseimbangan sulit dicapai, karena apa? Banyak orang yg tidak konsekuen, karena pada dasarnya sebuah peraturan memerluka sebuah konsekuen untuk mematuhinya. Sebenarnya sebuah equality, yg mengacu pada persamaan, juga keadilan tidak hanya berlaku pada peraturan, tapi juga pada kehidupan sosial.

Ambil contoh ini, ini terjadi 3 minggu yang lalu, hari minggu. Serombongan pekerja asing yang bekerja di konstruksi, bangunan, dan pembersih jalan Mereka menunggu bus jurusan Little India (tempat berkumpul para pekerja ini tiap minggu), lama menunggu akhirnya bus itu datng. Tapi saat mereka mau naik , sopir bus itu bukannya membuka pintu tapi malah mengemudi busnya, pergi tanpa membawa penumpang2 ini, hanya karena mereka adalah pekerja yg keliatan dekil.

Sungguh ironis! Kekecewaan mereka tak berakhir disitu, pada saat mereka mendapat bus lain yg juga lewat tujuan mereka.. beberapa orang penumpang menutup hidung dan membuang muka saat pekerja2 ini menaiki bus. Seolah-olah mereka menjijikkan! Bukankah setiap orang berhak atas pelayanan dan perlakuan yang sama?

Tenyata diskriminasi juga belum lenyap dari negara semaju ini pun. Sebuah keseimbangan hidup akan sulit tercapai, tanpa kita menyadari konsekuen dari peraturan2 yg ada, dan juga kepedulian kita terhadap sesama . Kita punya hak dan kewajiban yang sama , siapapun kita, apapun derajat kita. Tanpa terkecuali.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s